semoga dan semoga

Semoga dan semoga, kelak kamu dirayakan oleh seseorang sampai titik paling sederhana. Seluruh sedihmu akan dibasuh oleh dekapan dalam presisi paling hangat; semua lelahmu akan digenggam oleh setumpuk bagian yang dilingkupi banyak perasaan tenang; semua-semua kamu diabadikan dalam bait abadi dalam pikiran manusia; setiap ujaran kamu akan didengar dengan cara paling sungguh.


Semoga dan semoga, kelak akan ada seseorang yang mengabadikan setiap momen milikmu. Seseorang yang akan mengambil kameranya untuk merangkum ketika kamu tersenyum; ketika ditemani sebait bagian sedih; ketika digenggam harapan bernama semu; atau ketika sesunyi yang tak diisi oleh ujaran apa-apa. Kamu diabadikan dalam perayaan untuk hidup utuh sebagai penerimaan diri manusia; sebuah perayaan sukacita.


Semoga dan semoga, kelak seseorang akan mencintai kamu dengan cara paling sungguh. Seseorang yang melihat kamu dari kacamata bernama penerimaan, yang membuat kamu tenang untuk jadi diri kamu sendiri. Yang memberi selimut hangat dalam hari-hari dingin tanpa dituntut untuk meminta. Yang menyayangi dalam ribuan gemerlap cahaya pada malam yang sunyi.


Semoga dan semoga, kelak kamu dicintai hingga kamu tidak lagi merasa hilang di setiap malam yang sunyi. Kamu akan dilingkupi oleh ribuan bahasa cinta sehingga pada saat itu, kamu mulai mengerti bahwa seluruh kamu dan mengenai kamu; adalah apa-apa yang memang layak untuk dirayakan banyak cinta.


Semoga dan semoga, suatu saat kamu akan dirayakan sampai kamu lupa perihal sedih yang disimpan hari ini. Sebab apa-apa mengenai kamu; akan dirayakan sampai penerimaan adalah apa-apa yang mampu kamu peluk saat itu. Semoga dan semoga, kelak seseorang akan menerima kamu dengan utuh tanpa tapi. Semoga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengulangan

di sebut, ini saja?